Senin, 02 April 2018

Cloud Computing pada Windows Azure dan Amazon Web Services

PERBANDINGAN CLOUD COMPUTING PADA WINDOWS AZURE DAN AMAZON
Muhammad Fadil Fidrian, Rahmat Burhanudin
Kelas 4IA10 Jurusan Teknik Informatika
Depok, Indonesia 

ABSTRAK

Pada era teknologi ini peran cloud computing sangat membantu penggunanya baik manusia secara individu maupun perusahaan. Cloud computing sendiri adalah suatu layanan layanan teknologi informasi dimana resource diambil dari internet melalui tool dan aplikasi berbasis web dan bukan koneksi langsung ke server. Dan data dan perangkat lunak disimpan di server. Terdapat dua contoh layanan cloud computing yaitu Windows Azure dan Amazon Web Services. Windows Azure adalah suatu layanan dari Microsoft dimana layanan ini adalah sebuah bentuk implementasi Platform as a Service (PaaS) dari sebuah cloud computing. Sedangkan Amazon Web Services adalah layanan berbasis cloud yang disediakan Amazon sejak tahun 2002.

Kata kunci: Cloud, Azure, Amazon.

1.    Pendahuluan

Pada era teknologi ini perkembangan berbagai jenis teknologi semakin pesat. Teknologi ini dimanfaatkan oleh berbagai kalangan seperti manusia secara individu maupun perusahaan. Terkadang seseorang ataupun perusahaan membutuhkan suatu media komputasi, dimana dapat melihat maupun mengedit data apapun yang pernah dibuat. Terkadang media komputasi ini susah untuk diakses pada saat tertentu, seperti ketika komputer rusak. Maka dari itu dibutuhkan sebuah media komputasi yang dapat diakses online dari perangkat manapun.

Oleh karena itu, berbagai layanan cloud computing hadir untuk memudahkan. Layanan ini adalah suatu layanan yang mengambil resource dari internet dimana data dan perangkat lunaknya disimpan di server. Layanan ini tentu memudahkan penggunanya dalam membuat dan menyimpan suatu data penting. Ada dua contoh dari cloud computing ini yaitu Windows Azure dan Amazon Web Services. Dari contoh layanan tersebut ada fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh layanan cloud computing lainnya yang mungkin membuat penggunanya kesulitan memutuskan layanan cloud computing yang akan digunakan.

2.    Pembahasan

Cloud computing adalah sebuah model untuk memberikan layanan teknologi informasi dimana resource diambil dari internet melalui tool dan aplikasi berbasis web dan bukan koneksi langsung ke server. Data dan perangkat lunak disimpan di server. Namun, struktur cloud computing memungkinkan akses ke informasi asalkan perangkat elektronik tersebut memiliki akses ke web. Jenis sistem ini memungkinkan penggunanya bekerja dari jarak jauh (secara remote).

Cloud computing mempunyai berbagai manfaat, diantaranya sebagai berikut:

- Semua data tersimpan di server secara terpusat

Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Dengan demikian, pengguna tidak per perlu lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

- Keamanan Data

Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

- Fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. 

- Investasi jangka panjang

Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.

Salah satu contoh dari Cloud Computing adalah Windows Azure. Teknologi bentukan Microsoft ini adalah sebuah bentuk implementasi Platform as a Service (PaaS) dari sebuah cloud computing. Teknologi ini memungkinkan kita untuk membangun sebuah aplikasi melalui cloud, baik berupa teknologi web application, cloud service,  maupun aplikasi-aplikasi yang berjalan di atas virtual machine.

Salah satu yang menjadi keunggulan Windows Azure adalah kemampuan untuk menjalankan aplikasi dari berbagai jenis teknologi dan platform, diantaranya adalah .NET (sebagai teknologi dari Microsoft), JAVA, dan juga PHP.

Terdapat tiga buah komponen dari teknologi Windows Azure, diantaranya adalah :

1. Compute : Merupakan bagian dari teknologi Windows Azure yang berguna dalam proses komputasi, baik secara foreground maupun background job (berjalan di belakang layar). Compute tools dari Windows Azure diantaranya adalah web role, worker role, dan virtual role.

2. Storage : Merupakan bagian dari teknologi Windows Azure yang berguna dalam proses penyimpanan data. Terdapat dua jenis storage dalam Windows Azure, yang pertama adalah Azure Storage yang berguna untuk penyimpanan data yang berbentuk table, cloud, dan blob. Sementara itu, bentuk storage lainnya adalah SQL Azure yang merupakan versi SQL Server yang berjalan di cloud.

3.  Fabric : Merupakan bagian yang berguna sebagai “otak” dari teknologi ini. Proses ini diatur oleh Windows Azure Fabric Controller yang berguna dalam proses scheduling, resource allocation, dan management. 

Windows Azure bersandar pada teknologi REST (Representational State Transfer) sehingga proses komunikasi antar aplikasi dapat dilakukan dengan menggunakan protokol HTTP. Abstraksi dari konsep Windows Azure dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

 

Windows Azure memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

-  Platform Kuat dan Praktis

Pengembang Anda tidak perlu belajar perkakas atau platform baru untuk memanfaatkan keunggulan dari kekuatan awan. Dengan Microsoft Azure, dengan mudah Anda dapat memindahkan aplikasi yang sudah ada ke awan, dan pengembang Anda dapat membuat aplikasi dan layanan baru menggunakan teknologi yang sudah mereka ketahui dan percaya.

-  Fleksibilitas

Anda dapat mengerjakan beberapa hal secara serempak. Karena itulah Microsoft Azure memberi Anda ketangkasan untuk memanfatkan bermacam aplikasi perkakas pengembangan, manajemen layanan otomatis dan pusat data global untuk merespon lebih cepat terhadap kebutuhan konsumen. Saatnya fokus pada pembeda yang membuat Anda kompetitif dan raih pasar baru.

-  Kebebasan Memilih

Kini Departemen TI Anda adalah pengambil keputusan. Microsoft Azure membuat mereka dapat mengatur, mengimplementasi dan menyimpan data, sementara Anda fokus pada tantangan bisnis dan kebutuhan konsumen.

-  Penyederhanaan Pendekatan

Pengembang Anda sudah menguasai banyak bahasa, sehingga tak perlu lagi mempelajari bahasa baru. Dengan Microsoft Azure, mereka dapat menciptakan dan mengatur aplikasi dan layanan menggunakan bahasa yang sudah mereka kuasai seperti .Net, java, PHP dan Ruby.

-  Solusi yang dapat diandalkan

Anda adalah pihak yang dapat diandalkan. Begitu pula komputasi awan dari Microsoft. Dengan kinerja 99,9%+ dan dukungan 24/7, Anda tak akan pernah kehabisan kekuatan awan.

Contoh lain dari cloud computing adalah Amazon Web Services. Amazon Web Services adalah sekumpulan layanan-layanan berbasis cloud yang di sediakan oleh Amazon semenjak tahun 2002. Meskipun salah satau perusahaan raksasa internet ini sering kita kenal untuk membeli buku, namun sekarang Amazon telah menambah layanan nya dalam hal infrastrutktur cloud. Yang lebih menakjubkan lagi adalah Amazon Web Services ini menyediakan layanan-layanan nya yang saling terintegrasi dan mudah kustomisasi.

Layanan-layanan Amazon Web Services dapat di kelompokkan menjadi 5 bagian besar:

Layanan Komputasi: Layanan ini di khususkan untuk memberi infrastruktur untuk pengguna yang ingin menggunakan Amazon untuk melakukan komputasi seperti server atau clustered server. Dimana server-server tersebut disebut instance. Kita dapat memiliki lebih dari 1 instance dan dapat tersebar di semua datacenter Amazon. Instance-instance tersebut juga dapat di kustomisasi sesuai dengan keingina user.

Layanan Penyimpanan: Layanan ini di khususkan untuk memberi infrastruktur untuk pengguna yang ingin menggunakan Amazon untuk melakukan penyimpanan. Layanan ini dapat digunakan oleh user sebagai media backup maupun Content Delivery Network (CDN). Data-data kita di simpan dengan aman, cepat dan dapat diandalkan.

Layanan Basis Data: Layanan ini di khususkan untuk basis data, dimana basis data kita tersebut disimpan di cloud, dan dapat di akses dari mana saja secara aman, cepat dan terpecaya. Layanan ini tentunya sangan menghemat waktu bagi para pengembang aplikasi web, karena akan menghemat banyak waktu dalam melakukan konfigurasi dan replikasi data.

Layanan Jaringan: Layanan ini di khususkan untuk mengatur jaringan antara layanan-layanan yang di dalam cloud maupun di luar cloud. Salah satu layanan nya adalah DNS Server yang memberikan kita kemudahan untuk konfigurasi DNS website domain yang kita miliki dengan harga yang sangat terjangkau dan sangat cepat.

Layanan Aplikasi: Layanan aplikasi ini desediakan oleh Amazon untuk melengkapi layanan-layanan yang lainnya. Layanan-layanan ini seperti aplikasi pencarian, aplikasi notifikasi, aplikasi email server, aplikasi workflow.

Layanan komputasi yang di sediakan oleh Amazon Web Services ini adalah:

Amazon Elastic Compute Cloud (EC2) adalah platform komputasi berupa virtual computer yang dapat di kustomisasi maupun di kembangkan dengan menggunakan prinsip cluster dan load balance. Untuk deployment nya sendiri sangat mudah sekali karena hanya perlu memilih image yang disebut AMI (Amazon Machine Instances) dan setup hanya perlu 5-10 menit. Lihat disini untuk cara melakukan setup Amazon EC2.

Amazon Elastic Map Reduce adalah layanan yang membantu analisis data seperti data penjualan, data stock, data server log dan lain-lain. Yang kemudian data-data tersebut dapat di konversikan menjadi sebuah hasil analisis yang dapat digunakan dalam sistem pengambil keputusan.

Elastic Load Balancing adalah layanan yang menjadi satu paket dengan Amazon EC2, dimana layanan ini berfungsi untuk menyeimbangkan beban antara instance-instance yang kita miliki dalam Amazon EC2.

Sedangkan layanan penyimpanan yang di sediakan oleh Amazon Web Services ini adalah:

Amazon Simple Storage Service (S3) adalah salah satu layanan media penyimpanan yang paling favorit di media internet. Karena selain harganya sangat murah, layanan ini juga sangat aman dan sangat dapat diandalkan. Namun tidak hanya itu, layanan ini juga terintegrasi dengan layanan-layanan amazon lainnya, khusus nya Amazon EC2, dimana akan menggunakan EBS storage yang disimpan diatas Amazon S3 ini. Dengan bantuan perangkat lunak yang kita install di komputer kita, kita dapat menjadikan Amazon S3 ini menjadi shared folder maupun Network Attached Storage.

Amazon Elastic Block Store (EBS) adalah layanan ini juga merupakan salah satu paket dari Amazon EC2, dimana sistem operasi yang berjalan diatas Amazon EC2 membutuhkan harddrive, dan EBS storage ini adalah sebagai penggantinya. EBS ini juga merupakan media yang disimpan diatas Amazon S3.

AWS Storage Gateway adalah layanan penyimpanan yang disediakan Amazon untuk perusahaan berskala besar. Dimana layanan ini membutuhkan VMware HyperX dengan requirements yang cukup tinggi. Layanan ini dapat menjadikan media penyimpanan yang ada di local cloud kita tersinkronisasi otomatis dengan media penyimpanan yang ada di Amazon S3. Sangat cocok bagi perusahaan yang memiliki banyak data sensitif dan butuh offsite backup.

Amazon CloudFront adalah layanan untuk distribusi konten ke berbagai lokasi server Amazon. Layanan ini digunakan untuk Content Delivery Network (CDN), yang banyak di gunakan untuk aplikasi web sehingga kecepatan load untuk konten akan jauh berkurang, sebab konten diambil dari lokasi terdekat dari user yang sedang melakukan akses ke website.

Amazon Web Services memiliki kelebihan yaitu:

-  Amazon sendiri menggunakan AWS untuk menjalankan amazon.com. Hal ini berarti bahwa kita dapat menggunakan infrastruktur yang sama dengan infrastruktur yang digunakan oleh amazon.com.

-  Kita dapat memilih region dimana layanan AWS yang kita pakai akan ditaruh. Semakin dekat user dengan region maka akses akan menjadi lebih cepat.

-  Mudah menaikkan/menurunkan resource yang diperlukan sesuai kebutuhan.

3. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa diantara dua jenis Cloud Computing yaitu Windows Azure dan Amazon Web Services terdapat beberapa perbedaan. Pada Windows Azure layanan untuk penyimpanan sudah terdapat pada satu layanan untuk komputasi  Sedangkan pada Amazon Web Services, setiap layanan komputasi dibagi-bagi lagi. Untuk Azure mempunyai kelebihan platform kuat dan praktis, flexibel, kebebasan memilih dan bantuan 24 jam. Untuk Amazon Web Services memiliki kelebihan memilih region, mudah menaikkan dan menurunkan resource.

Sumber:

https://bfl-definisi.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-manfaat-jenis-contoh-cloud-computing.html
http://www.cloudindonesia.or.id/mengenal-windows-azure.html
http://www.cloudindonesia.or.id/pengenalan-amazon-web-services.html
http://blog.anugrahpratama.com/microsoft-azure-media-penyimpanan-berbasis-cloud/
https://github.com/wlzch/praxmatig/blob/master/source/_posts/2013-09-25-amazon-web-service-for-beginner.markdown

Senin, 19 Maret 2018

Sentiment Analysis Twitter menggunakan R


Anggota Kelompok:
Axel Aryobowo
M. Fadil Fidrian
M. Zaim Milzam
Taufik Hidayat
4IA10

Pada postingan ini saya akan membahas analisis sentimen pada twitter menggunakan bahasa R. Sentiment analysis merupakan salah satu bidang dari ilmu komputer yang mempelajari komputasi linguistik, pengolahan bahasa alami. Tema yang diangkat pada post ini adalah Black Campaign.

Langkah pertama adalah masuk ke apps.twitter.com. Lalu pilih create an application.


Setelah terbuat maka akan terlihat kode untuk tokennya. Kode inilah yang akan digunakan untuk mendaftarkan API twitter pada bahasa R.


Langkah selanjutnya adalah pengkodean pada program R. Terlebih dahulu kita menginstall package untuk mencari kata kunci yaitu twitteR dan RCurl. Package ini kemudian juga diaktifkan.


Token token yang telah didapat dimasukkan kedalam sintaks bahasa R untuk mendaftarkan API twitter.
> consumer_key <- 'diisikan consumer key'
> consumer_secret <- 'diisikan consumer secret'
> access_token <- 'diisikan access token'
> access_secret <- 'diisikan access secret'

Jika tidak terdapat error maka koneksi API twitter dengan bahasa R berhasil. Kemudian kita  melakukan mining tweets dengan memasukkan kata kuncinya. Dalam contoh ini kata kunci yang digunakan adalah "antek pki".
> miningtweets <- searchTwitter('antek+pki', lang='id', n=100, resultType="recent")
> class(miningtweets)
> miningtweets_text <- sapply(miningtweets, function(x) x$getText())
> str(miningtweets_text)

Langkah selanjutnya adalah menginstall package corpus dan tm. Package ini digunakan untuk menampilkan semua tweet hasil mining.


Lalu kita menampilkan hasil tweet yang dilakukan mining. Cara menampilkannya dengan memanggil Corpus yang baru saja diinstall.
> kampanye_corpus <- Corpus(VectorSource(miningtweets_text))
> kampanye_corpus
> inspect(kampanye_corpus)


Kemudian dilakukan filter kata untuk menyaring agar hanya kata kunci yang dibutuhkan saja yang akan digunakan.


Setelah itu dilakukan wordcloud untuk menampilkan kata-kata kunci dalam bentuk gambar susunan seperti awan. Dilakukan install packagenya terlebih dahulu.


Jika sudah maka lakukan wordcloud untuk menampilkan kata kunci yang telah disaring.
> wordcloud(black_clear, random.order=F, col=rainbow(50))


Selasa, 24 Oktober 2017

Kompresi Audio

M. Fadil Fidrian
57414184
4IA10


Kompresi audio adalah salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio dengan teknik, yaitu:

1. Kompresi Audio Lossless: Kompresi lossless audio menghasilkan representasi data digital yang dapat diperluas ke tepat digital duplikat dari stream audio asli dan menghasilkan 50-60% dari ukuran asli.

  • Kesulitan: Sulit untuk menjaga semua data dalam aliran audio dan mencapai kompresi substansial. Nilai-nilai dari audio sample berubah sangat cepat.
  • Kriteria Evaluasi: Lossless audio codec tidak mempunyai masalah kualitas suara,
  • Penggunaannya dapat difokuskan pada:  Kecepatan kompresi dan dekompresi ,Tingkat kompresi Ketahanan dan koreksi kesalahan, Dukungan produk  Loseless → format : FLAC
  • Pengguna : audio engineer, audiophiles

2. Kompresi Audio Lossy: Inovasi dari kompresi audio lossy adalah menggunakan psychoacoustics untuk mengakui bahwa tidak semua data dalam aliran audio dapat dirasakan oleh sistem pendengaran manusia. Kompresi lossy biasanya mencapai kompresi yang jauh lebih besar daripada kompresi lossless (data dari 5 persen menjadi 20 persen dari aliran asli).

  • Kekurangan: Data akan dihapus selama kompresi lossy dan tidak dapat dipulihkan oleh dekompresi Kompresi lossy dapat mengakibatkan pengurangan persepsi kualitas audio yang berkisar dari tidak ada sampai parah Ciri-ciri Dari Metode Kompresi Lossy Pada Audio Adaptive Differetial Pulse Code Modulation, contohnya CCITT G.721,16 tau 32 Kbit/sec – Melakukan encode dua atau lebih sinyal yang berbeda, perbedaan kuantisasi pada encode tersebut adalah kehilangan sinyal data suara. – Mengadaptasi terhadap kuantisasi terhadap beberapa bit dapat digunakan asalkan isi data sinyal suara sedikit. Linier Predective Coding (LPC) difungsikan untuk menyesuaikan sinyal data yang ada dengan sinyal suara manusia, kemudian mengirimkan parameter model suara tersebut ketempat tujuan, seperti sebuah computer yang dapat berbicara dengan bahasa manusia dengan kecepatan 2,4 kbps. o Code Excited Linear Predicator (CELP) bekerja mirip seperti LPC, tetapi ada tambahan CELP dapat memancarkan data suara yang salah, sedangkan PLC tidak, contohnya mutu percakapan audio pada kecepatan 4,8 kbps.
  • Kriteria Evaluasi: Algoritma kompresi Lossy memiliki kekurangan dari segi suara, karena ada penghapusan data yang tidak masuk dalam ambang batas pendengaran manusia, sehingga lebih ditujukan pada : Persepsi kualitas audio,Kompresi faktor ,Kecepatan kompresi dan dekompresi Latency algoritma (kritis untuk aplikasi streaming real-time)  Lossy →format : Vorbis, MP3

Metode Kompresi Audio
- Metode Transformasi
Menggunakan algoritma seperti MDCT (Modified Discreate Cosine Transform) untuk mengkonversikan gelombang bunyi ke dalam sinyal digital agar tetap dapat didengar oleh manusia (20 Hz s/d 20kHz) , yaitu menjadi frekuensi 2 s/d 4kHz dan 96 dB.
- Metode Waktu
Menggunakan LPC (Linier Predictive Coding) yaitu digunakan untuk speech (pidato), dimana LPC akan menyesuaikan sinyal data pada suara manusia, kemudian mengirimkannya ke pendengar.  Jadi seperti layaknya komputer yang berbicara dengan  bahasa manusia dengan kecepatan 2,4 kbps.

Teknik kompresi audio dengan format MPEG (Moving Picture Expert Group)
MPEG-1 menggunakan bandwidth 1,5 Mbits/sec untuk audio dan video, dimana 1,2 Mbits/sec digunakan untuk video sedangkan 0,3 Mbits/sec digunakan untuk audio. Nilai 0,3 Mbits/sec ini lebih kecil dibandingkan dengan bandwidth yang dibutuhkan oleh CD Audio yang tidak terkompres sebesar 44100 samples/sec x 16 bits/sample * 2 channel > 1,4 Mbits/sec yang hanya terdiri dari suara saja. Untuk ratio kompresi 6:1 untuk 16 bit stereo dengan frekuensi 48kHz dan bitrate 256 kbps CBR akan menghasilkan ukuran file terkompresi kira-kira 12.763 KB, sedangkan ukuran file tidak terkompresinya adalah 75.576 KB. MPEG-1 audio mendukung frekuensi dari 8kHz, 11kHz, 12kHz, 16kHz, 22kHz, 24 kHz, 32 kHz, 44kHz, dan 48 kHz.  Juga mampu bekerja pada mode mono (single audio channel), dual audio channel, stereo, dan joint-stereo.

Algoritma MPEG Audio

  • Menggunakan filter untuk membagi sinyal audio: misalnya pada 48 KHz, suara dibagi menjadi 32 subband 
  • Memberikan pembatas pada masing-masing frekuensi yang telah dibagi-bagi, jika tidak akan terjadi intermodulasi (tabrakan frekuensi)
  • Jika sinyal suara terlalu rendah, maka tidak dilakukan encode pada sinyal suara tersebut
  • Diberikan bit paritas yang digunakan untuk mengecek apakah data tersebut rusak atau tidak. Apabila rusak, maka bit tersebut akan digantikan bit yang jenisnya sama dengan bit terdekatnya

Kompresi Audio MP3
Asal-usul MP3 dimulai dari penelitian IIS-FHG (Institut Integriette Schaltungen-Fraunhofer Gesellschaft), sebuah lembaga penelitian terapan di Munich, Jerman dalam penelitian coding audio perceptual.  Penelitian tersebut menghasilkan suatu algoritma yang menjadi standard sebagai ISO-MPEG Audio Layer-3 (MP3).

Format Header MP3 
File MP3 terdiri dari dua bagian data yaitu:

  • Header : berfungsi sebagai tanda pengenal bagi file MP3 agar dapat dibaca oleh MP3 player yang berukuran 4 byte Beberapa karakteristik yang dibaca komputer adalah bit ID, bit layer, bit sampling frequency dan bit mode.
  • Data audio : berisi data file mp3.

Teknik kompresi MP3 
Beberapa karakteristik dari MP3 memanfaatkan kelemahan pendengaran manusia, diantaranya:

  • Model psikoakustik: Adalah model yang menggambarkan karakteristik pendengaran manusia. Salah satu karakteristik pendengaran manusia adalah memiliki batas frekuensi 20 Hz s/d 20 KHz, dimana suara yang memiliki frekuensi yang berada dibawah ambang batas ini tidak dapat didengar manusia, sehingga tidak perlu dikodekan. 

·   Auditory masking: Manusia tidak mampu mendengarkan suara pada frekuensi tertentu dengan amplitudo yang jauh lebih tinggi.

·     Critical band: Merupakan daerah frekuensi tertentu dimana pendengaran manusia lebih peka pada frekuensi-frekuensi rendah. Sehingga alokasi bit dan alokasi sub-band pada filter critical band lebih banyak dibandingkan frekuensi lebih tinggi.

·   Joint stereo: Terkadang dual channel stereo mengirimkan informasi yang sama. Dengan joint stereo, informasi yang sama ini cukup ditempatkan dalam salah satu channel saja dan ditambah dengan informasi tertentu. Dengan teknik ini bitrate dapat diperkecil.

Beberapa persyaratan dari suatu encoder/decoder MP3:

  • Ukuran file terkompresi harus sekecil mungkin
  • Kualitas suara file yang telah terkompresi haruslah sedekat mungkin dengan file asli yang belum dikompresi
  • Tingkat kesulitan rendah, sehingga dapat direalisasikan dengan aplikasi yang mudah dibuat dan perangkat keras yang "sederhana" dengan konsumsi daya yang rendah

Sumber:
http://pengetahuan.blog.widyatama.ac.id/2017/01/10/kompresi-audio-dan-video/
lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia8.pdf